Narator:
Usai berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa, nenek tua itu segera menancapkan tongkatnya ke tanah. Begitu ia mencabut kembali tongkatnya, terpancarlah air yang sangat deras dari lubang tancapan itu. Semakin lama lubang tancapan itu semakin besar, sehingga terjadilah banjirlah besar.
Melihat kedatangan banjir itu, para warga yang masih berkumpul di rumah Pak Kikir menjadi panik dan segera berlarian mencari tempat perlindungan untuk menyelamatkan diri.
Warga 2:
Haaahh?? Kenapa tiba-tiba ada air mengalir banyak sekali?
Warga 1:
Ini banjir!
Warga 3:
Iya betul. Ini banjir(teriak)Banjir...! Banjir...! Ayo lari...!
Narator:
Melihat kepanikan para warga, anak Pak Kikir segera menganjurkan mereka agar berlari menuju ke atas bukit mencari tempat yang aman.
Anak Pak Kikir:
Hai, para warga ga usah panik! Ayo segera kita selamatkan diri kita. Ayo, kita semua lari ke atas bukit!
Warga 1,2,3:
Bagaimana dengan sawah dan ternak kita?
Anak Pak Kikir:
Tidak usah memikirkan harta kalian!
Kalian pilih harta atau jiwa?! Sudah tidak ada waktu untuk membawa harta lagi.
Yang penting selamatkan dulu nyawa kalian!
Narator:
Anak Pak Kikir yang bijak itu terus berteriak-teriak mengingatkan penduduk desa.
Akhirnya, warga pun berlarian menuju ke atas bukit. Ia juga membujuk ayahnya agar segera keluar rumah menyelamatkan diri. Tapi apa kata Pak kikir...
Anak Pak Kikir:
Ayah, cepat tinggalkan rumah ini! kita harus segera keluar menyelamatkan diri!
Pak Kikir:
Apa? Lari begitu saja. Tolol!! Aku harus mengambil peti hartaku yang kusimpan di dalam tanah dulu!
Anak Pak kikir:
(teriak)Ayah, ayo cepat keluarlah dari rumah! Banjir itu sudah semakin dekat! Kita harus segera menyelamatkan diri!”
Ayaaaah! Ayo cepat keluaaar, ayaaah!
Duuuh gimana ini ayah tidak mau keluar juga. Ya sudahlah aku harus menyelamatkan diri dengan para warga.
Narator:
Pak Kikir tidak menghiraukan seruan anaknya. Ia terus berusaha mengambil peti hartanya yang disimpan di dalam tanah. Sementara anak Pak Kikir dan warga menyelamatkan diri berlari naik ke atas bukit, akhirnya selamat. sedangkan
Pak Kikir yang masih sibuk mengumpulkan hartanya, tidak dapat lagi menyelamatkan diri. Banjir besar itu telah menenggalamkannya.
Meskipun selamat mereka sangat sedih, karena seluruh desa mereka sudah terendam banjir. Rumah, ternak, dan seluruh harta benda mereka hanyut terbawa arus banjir.
Para warga dan anak Pak Kikir menatap pemandangan desanya dari atas bukit penuh dengan genangan air.
Anak Pak Kikir:
Wahai para warga, kita tidak boleh larut terus menerus dalam kesedihan. Kita harus segera bangkit. Kita sama-sama mencari daerah lain yang lebih aman untuk kita bisa bermukim.
Warga 1:
Ya betul! Kita ikut anjuranmu, Nak. Ayo kita segera berangkat!
Narator:
Tak lama kemudian....
Warga 2:
Nah! Tempat ini sepertinya cocok untuk pemukiman kita. Bagaimana para warga setuju kita tinggal di sini!
Para warga:
Setujuuu?
Warga 3:
Nah sekarang, kita menempati tempat tinggal baru. Kita harus memiliki pemimpin untuk memimpin desa kita yang baru. Bagaimana kalau kita pilih pemuda ini untuk menjadi kepala desa kita yang baru? Setuju para warga?
Para warga:
Setujuuu!!
Narator:
Setelah anak Pak kikir diangkat warga menjadi kepala desa,
Anak Pak Kikir itu bisa menjadi seorang pemimpin yang adil dan bijaksana. Tak lama kemudian, Setelah membagi tanah secara rata, ia pun menganjurkan warganya untuk mengolah tanah tersebut. Ia mengajari mereka cara menanam padi dan mengairi sawah dengan baik. Berkat anjuran anak Pak Kikir, mereka hidup aman dan sejahtera. Mereka pun senantiasa patuh terhadap anjuran pemimpinnya. Desa itu kemudian mereka namai Desa Anjuran.
Lama kelamaan desa itu berkembang menjadi kota kecil disebut Cianjur. Ci berarti air. Cianjur
berarti daerah yang cukup mengandung air. Anjuran pemimpin desa dijadikan pedoman para petani dalam mengolah sawah. Hingga kini, kota Cianjur selain dikenal sebagai kota santri, juga penghasil beras wangi dan pulen. Dari cerita di atas, juga bisa diambil pelajaran bahwa kekikiran dan keserakahan terhadap harta benda dapat menyebabkan seseorang celaka.
Monday, October 13, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Angin 001 (DuTo's Famiglia)
Yo, aku mengupdate nya lho. Tahun 2015 ada sebuah kelompok pengendali elemen yang merupakan pengendali tingkat atas yang terdiri dari l...
-
DAFTAR POINT BLANK PB DAN CARA REGISTRASI ACCOUNT GEMSCOOL Cara daftar Point Blank PB atau cara registrasi account Gemscool caranya san...
-
Yo, aku mempunyai masalah baru baru ini. Aku tidak bisa mempublikasikan cerita back to the past karena "dia". Jadi aku akan membu...
-
Saya lagi terobsesi sama hal ginian jadi saya buat ceritanya tolong kritik dan saran yang membangunn. 1 Permulaan. Disebuah rumah yang l...
No comments:
Post a Comment